Selamat Datang CINTA

September 3rd, 2008 by nungcentil

Penantianku selama 1 tahun akhirnya berakhir juga, akankah kerinduan ini akan berbuah manis? Ataukah ini hanya akan datang dan pergi begitu saja…
Wahai Guru, muliakanlah kami dengan penghambaan kepadaNYA sehingga kami mengenalNYA di dunia dengan mata hati kami melalui wilayahmu…
Wahai Guru, rindukan kami akan kedatangannya, sebab dengan merindukannya saja telah dijamin dengan surga…
Jangan hinakan kami dengan kedatangannya sehingga yang kami dapat hanyalah rasa lapar dan dahaga…

Marhaban Ya Ramadhan….

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H

DO’A

April 30th, 2008 by nungcentil

Ya Allah, tunaikan maksud dan tujuan kami, maka hilanglah segala kesedihan berkat cahaya Sang Pemberi Syafa’at yang kemurahan dan kebaikannya selalu tercurah kepada kami

Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama kekasih-kekasih kami di surga firdaus-Mu, wahai yang hanya kepada-Nya kami tujukan pengharapan

Wahai Tuhanku, wafatkanlah kami dalam Khusnul Khatimah
Dan jagalah kami kelak dari kobaran api neraka

As-Syauq Li Ahlil Wafa’

April 30th, 2008 by nungcentil

Seribu Shalawat atasmu wahai Kekasih
Alangkah indahnya orang yang memiliki rindu kepada Ahlul Wafa’ (Ar-Rasul)

Wahai cahaya bumi, kami datang kepadamu bertawassul
Sebagai perantara kepada Tuhan kami, agar dapat kesembuhan

Karuniakanlah kepada jiwa kami dengan perjumpaan
Dengan sebaik-baik manusia, karena kami sungguh telah jauh darinya

Wahai yang elok rupawan, wahai cahaya petunjuk
Singkapkanlah hijab kami, sampai kami mengenal

Kami terombang-ambing di gelombang lautan, wahai Nabi
Engkaulah penyelamat dan kami adalah orang-orang yang lemah

Tiada kesenangan dan kebahagiaan bagi hidup kami
Kecuali kedekatan dan kecintaan kepada Al-Musthafa (Rasulullah SAW)

Agar kami dapat hidup secara baik diantara manusia
Serta senantiasa bersyukur kepada Allah didalam keadaan ramai dan dalam keadaan sepi

Kemudian Allah menyelimuti pilihan-Nya (Ar-Rasul)
Pemilik kedermawanan yang merupakan lautan kemuliaan

Dan untuk putrinya Al-Batul (Sayyidah Fatimah Az-Zahra)
Dan Al-Haidarah (Imam Ali Karramallahuwajhah)
Dan Al-Hasan serta Al-Husain, di dalam Al-Qur’an mereka telah disucikan

POLIGAMI… Gimana Ya Rasanya???

December 6th, 2006 by nungcentil

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Menu berita selama seminggu ini adalah Aa Gym poligami….
DUEEEEERRRRRRR….

Waaaaaahhhhhh….
rame dueeehhh….. maklum Aa Gym adalah sosok Kyai yang mempunyai
banyak penggemar baik dari orang tua hingga para remaja terutama kaum
hawa, tapi sekarang jadi terbalik sejak poligami Aa Gym lebih di gemari
oleh kaum laki-laki hehehehe….

 

Hmmmmm….
jadi ingat rumah….

 

*********

 

Pada mulanya
aku adalah orang yang menolak poligami, tapi pandanganku berubah
sejak Abahku menikah lagi. Sosok yang sangat ku kagumi itu menikah
dengan seorang janda.

 

Kalo di
pikir-pikir apa yang terjadi dengan Aa Gym hampir sama dengan yang
terjadi dalam keluargaku, perbedaannya hanya Aa Gym adalah selebritis
sedang Abah hanya orang biasa hehehehe…(tapi jangan salah Abah
adalah sosok selebritis juga di kalangan keluarga dan para santri).

 

Abah adalah
pengasuh pondok pesantren di salah satu kota di Jawa Timur, santri
beliau mencapai 10 ribu orang tersebar hampir di seluruh Jawa Timur,
Kalimantang Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan
Selatan, Irian Jaya, dan Ujung Pandang. Beliau juga pernah menuntut
ilmu di Tarim Hadramaud.

 

Jujur saja
pada saat Abah menikah dengan Ibu haji begitu aku menyebut istri
kedua beliau, ada banyak pertanyaan yang tak bisa terjawab, apa yang
kurang dari Umma, bukankah dari rahimnya telah terlahir generasi
penerus syiar islam, Umma juga sangat cantik, artis India Kareena
Kapoor saja kalah jika dibandingkan dengan kecantikan Umma. Aku juga
tidak pernah melihat Umma berbicara dengan yang bukan muhrimnya, di
mataku sosok Umma itu adalah gambaran seorang wanita, istri dan ibu
yang sangat sempurna. Hingga suatu malam pada saat Abah tidak ada,
aku memberanikan diri untuk bertanya pada Umma di sela-sela
aktifitasku menyiapkan tempat tidur.

 

Boleh
Nung bertanya?”, kataku membuka pembicaraan.

 

Tanya
aja”

 

Apa yang
Umma rasa pada saat Abah menikah lagi?”, tanyaku hati-hati.

 

Umma
menatapku sambil tersenyum seraya berkata, “Sejak kapan kau ingin
bertanya masalah ini?”

 

Aku
tersenyum, Umma tahu aku adalah orang yang sangat ekspresif sekali,
jika ada yang mengganggu pikiranku maka aku akan mengatakan atau
bertanya apa saja yang ada di dalam pikiranku, kecuali masalah
poligami Abah berarti hampir 5 tahun berlalu.. Waktu telah berlalu
dengan begitu cepatnya, sebenarnya aku tak ingin mengungkit hal itu
tapi aku tergelitik oleh perasaan ingin tahu apa yang terjadi saat
itu, karena sejauh pengetahuanku Umma tidak pernah kelihatan
bersedih, seolah-olah apa yang terjadi tidak pernah menyakiti
hatinya. Aku mengatakan pada Umma apa yang ada dalam pikiranku selama
ini, dan aku juga mengatakan apapun tidak akan mengubah keadaan yang
telah terjadi dan aku tetap menghormati Ibu haji sebagai istri kedua
Abahku.

 

Saat tahu
Abah menikah, Umma langsung mengucap syukur alhamdulillah karena Abah
di lindungi oleh Allah dari perbuatan zina”. Aku duduk diam
mendengarkan apa yang Umma ceritakan, pada saat kejadian itu aku
sedang kuliah  tahun pertama di Surabaya. Pada saat Abah membawa Ibu
haji ke dalam lingkungan keluarga, Umma sedang hamil tujuh bulan.

 

Tapi pada
saat Abah membawanya kemari, perasaan cemburu tidak bisa Umma
hindari. Pada malam itu Umma marah pada Abah dan mengatakan yang ada
di pikirannya dengan menikahi Ibu haji”, lanjut Umma. Amarah karena
cemburu itu membuat Umma berkata keras pada Abah, sesuatu yang
seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang istri pada suaminya.
Melihat Umma marah, Abah hanya bisa menangis.

 

Abah
menangis?” tanyaku pada Umma

 

Iya, Abah
menangis sambil mengatakan bahwa Allah yang mengatur semua itu. Abah
juga mengatakan ada tiga hal yang tidak bisa di ubah manusia ketika
di lahir yaitu rizqi, jodoh dan kematian, itu adalah hak mutlak
Allah. Manusia tidak bisa merubahnya”.

 

Bagaimana
dengan adil? bukannya Nung meragukan Abah bisa adil atau tidak, yang
Nung tahu Rosulullah menempatkan Aisyah sebagai prioritas utama”.
Aku tahu kadang Abah dari pagi hingga siang ada di rumah Ibu haji,
kemudian malam di rumah atau sebaliknya, belum lagi beliau harus
mengajar anak-anak santri dan tugas dakwah di luar pulau. Dalam
komplek pesantren ada dua rumah induk yang dipisahkan oleh dapur,
rumah depan di tempati oleh Umma dan rumah belakang ditempati Ibu
haji.

 

Berusaha
adil iya Nung, kau lihat sendiri bagaimana keseharian Abah”.
Kemudian Umma melanjutkan, “Kau tahu pada saat Ibu haji datang
kesini, Umma mencari dukungan dan dukungan itu datangnya bukan dari
orang lain melainkan dari Abah sendiri. Ibu haji itu mengerti, kalo
Umma lagi ga kepingin ngomong, atau Umma lagi kesel, dia diam aja ga
ngomong apa-apa. Seringkali Umma menumpahkan unek-unek Umma sama dia,
sering dia menjadi tempat Umma menangis karena masalah-masalah yang
terjadi disini. Ibu haji itu orangnya sangat sabar Nung”.

 

Ini bukan
pertama kalinya Umma memuji Ibu haji, aku sudah sering mendengar kalo
Ibu haji memang orang yang sabar, tidak pernah terdengar dia mengeluh
tentang apapun.

Kenapa
tidak cerita pada Abah?”

 

Abah itu
sudah banyak pikiran Nung, tugas mengajar anak santri, dakwah, Umma
ga mau kalo menambah Abah beban pikiran yang masalah-masalah yang
terjadi dalam rumah”. Apa yang bisa kulukiskan memang begitulah
resiko keluarga besar dengan berbagai karakter orang didalamnya.

Dulu aku
berpikir bahwa poligami itu hanya untuk orang-orang yang tidak punya
keturunan (seperti yang terjadi pada Nabi Ibrahim As.), menikahi
janda para syuhada (seperti Rasulullah SAW.), bolehlah dibilang untuk
kasus-kasus khusus. Aku juga berpikir bahwa kalo orang yang melakukan
poligami itu tulang rusuknya terpecah jadi rempah-rempah, begitu aku
mengatakannya Umma hanya tertawa kecil.

Ya nggak
lah Nung, tulang rusuk itu kan penciptaan Allah untuk kaum hawa”.

 

Apakah
Abah pernah meminta ijin sebelum menikah lagi?”

 

Ijin dari
istri itu hanya berlaku untuk pegawai Nung, dalam agama memangnya kau
pernah mendengar Rasulullah meminta ijin Aisyah untuk menikah dengan
istri-istrinya yang lain? cobalah pahami lagi hukum yang sebenarnya
dan bedakan dengan apa yang telah disesuaikan dengan budaya kita”.
Oo…oh apakah selama ini aku yang salah paham ya??? sepengetahuanku
suami harus meminta ijin terlebih dahulu pada istri pertamanya, baru
jika sang istri mengijinkan sang suami boleh melakukan pernikahan
yang kedua…

 

Tapikan
istri sah harus mengetahuinya bukan?”, aku berusaha mengemukakan
pendapatku.

 

Iya..Istri
pertama boleh mengetahuinya, tapi itu tidak ada kaitannya dengan
mengijinkan menikah lagi atau tidak”.

Kenapa
Kau takut jika suamimu nanti melakukan poligami ya?”, tanya Umma
penuh selidik. Aku menjawab pertanyaan Umma hanya dengan cengiran
aja.

 

Umma ga
sakit hati, cemburu atau apalah itu namanya kalo Abah ga ada di
rumah?”, tanyaku lebih lanjut.

 

Bohong
kalo seandainya istri yang dipoligami itu tidak merasa cemburu, tapi
bukankah Ibu haji juga berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Umma sangat cemburu padanya, tapi Umma hanya berharap mendapatkan
balasan kasih sayang yang lebih dari Allah. Umma hanya takut akan
murka Allah jika tidak membolehkan Abah bersamanya. Dunia ini hanya
untuk sementara, Umma hanya ingin mendapatkan kemuliaan di sisi Allah
di akhirat kelak”.

 

Ahh…
Cinta… memang tiada batasnya, apalagi jika semua dilakukan hanya
untuk Allah semata.

 

*********

Beberapa
minggu berselang setelah kejadian itu, rasa penasaran itu masih ada.
Keberuntungan ada di pihakku (hehehehe…) hari itu aku berkesempatan
menemani Ibu haji untuk menjemput sodaranya.

Rasulullah
mempunyai beberapa istri tetapi Aisyah menjadi prioritas utama”,
aku memulai percakapan di tengah perjalanan.

 

Bukankah
ada perbedaan, meskipun itu kecil. Bagaimana Ibu haji menyikapinya?”,
aku bertanya setelah aku menjelaskan keadaan Umma dan Ibu haji.

 

Memang
ada perbedaan, tapi kan itu hanya masalah-masalah yang sepele. Apa
yang seperti itu harus dibesar-besarkan? Apa yang saya dan kakak
lakukan semata-mata hanya demi Allah, untuk meraih cinta yang hakiki,
cinta Allah SWT”.

 

Aku ga bisa
ngomong apa-apa lagi, rasanya semua pertanyaan yang ada dalam
pikiranku telah terjawab semua. Aku belajar banyak dari dua orang ibu
yang sangat luar biasa pengabdiannya pada suami dan cintanya kepada
Allah SWT. Yaaaahhhh… Dunia ini tidak ada harganya jika
dibandingkan dengan sosok istri yang sholihah.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

before
nulis….

****

kriiing…
kriiiing…. kriiiiing….

Hallo”

Assalamu’alaikum,
Umma”

Wa’alaikumsalam,
masih hidup kau?”, ciri khas Umma kalo anaknya jarang telpon.

Masih
donk, nih buktinya bisa nelpon”, jawabku disebrang sambil
cengar-cengir. “Umma, Aa Gym poligami”

Aa Gym
yang poligami, kenapa kau yang heboh?”. tanya Umma.

Nggak,
siapa yang heboh. Nung nganggap hal itu biasa aja. Nung tuh ingin
berbagi cerita aja, Nung mo nulis apa yang Umma rasakan tentang
poligami, itu tuh.. yang Nung tanyakan pada Umma beberapa tahun yang
lalu”. “Umma kan pernah bilang Nung ga boleh ngomong sama
siapa-siapa, Nung pegang janji itu hingga sekarang. Tapi saat ini
Nung ingin menulisnya, makanya Nung minta
ijin”.

Tulis
aja, tapi ga usah pake nama”.

Makasih
ya, udah dulu Umma, lagi di kantor nih, pulsa Nung lagi abis
hehehe…”.

Jangan
lupa jaga sholatmu, wirid, jangan lupa baca shalawat”.

Ah.. Umma
rasanya tak henti-hentinya Engkau mengingatkan anakmu ini, terima
kasih untuk cinta yang tidak terbatas. Setelah menutup pembicaraan
dengan salam, aku kembali meneruskan editing laporan yang udah
menumpuk di meja.

******

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Untuk tiga
orang Ibu yang sangat luar biasa,
Ummi, Umma dan Ibu haji

Thank you
for everything, I love you…..

Dalam setiap
detak jantungku,
 aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik untukku…

*******

Jeritan Hati seseorang yang banyak sujud

October 10th, 2006 by nungcentil

Tuhanku, runtunan karunia-Mu telah melengahkan aku untuk benar-benar bersyukur kepada-Mu

Limpahan anugerah-Mu telah melemahkan aku untuk menghitung pujian atas-Mu

Iringan ganjaran-Mu telah menyibukkan aku untuk menyebut kemuliaan-Mu…

Tuhanku, rangkaian bantuan-Mu telah melalaikan aku untuk memperbanyak pujian pada-Mu

Besar nikmat-Mu tak terhingga sehingga kelu lidahku menyebutkan, namun rasa syukurku memudar disamping limpahan anugerah-Mu….

Karunia-Mu sungguh tak berbilang sehingga lumpuh akalku memahaminya…

Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-Mu, karena rasa syukurku pada-Mu, memerlukan syukur lagi.

Ini adalah do’a dari cucu Rasulullah SAW yang bernama Zainal Abidin yang digelari orang Al-Sajjad (Yang Banyak Sujud). Dikutip dari buku Jalaluddin Rakhmat berjudul "Renungan-renungan Sufistik."

Madrasah CINTA

October 10th, 2006 by nungcentil

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Apa yang paling dinanti
seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah pasti jawabannya adalah
kehamilan. Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, seberat apa
pun langkah yang mesti diayun, seberapa lama pun waktu yang kan
dijalani, tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari
seorang bidan; “positif”.

Meski berat, tak ada yang
membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya.
Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia
lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali
ia bertanya; menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedih atau bahagiakah ia
di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu
menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika mati pun akan
dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke
dunia. Rasa sakit pun sirna sekejap mendengar tangisan pertama si
buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran. Detik
itu, sebuah episode cinta baru saja berputar.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Tak ada yang lebih
membanggakan untuk diperbincangkan selain anak-anak. Tak satu pun
tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja,
teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak-anak. Si kecil
baru saja berucap “Ma…” segera ia mengangkat telepon untuk
mengabarkan ke semua yang ada didaftar telepon. Saat baru pertama
berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit
takut si kecil terjatuh dan luka. Hari pertama sekolah adalah saat
pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun
disaat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas
berdoa, berharap sang suami tak terhenti rezekinya. Agar langkah kaki
kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan.

“Demi anak”,
“Untuk anak”, menjadi alasan utama ketika ia berada di pasar
berbelanja keperluan si kecil. Saat ia berada di pesta seorang
kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam
tissue. Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya,
setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya.
Tak jarang, ia urung membeli baju untuknya dan berganti mengambil
baju untuk anak. Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.
Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan,
demi anak.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Disaat pusing pikirannya
mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya. Di
kertas kecil itu tertulis: 1. Uang sekolah anak, 2. Beli susu
anak, …
nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi
jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya.
Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil
tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan
dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.

Ia
menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah
dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi
babby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi
puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran.
Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan
menghalau musuh agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya
menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun,
mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu
yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen
didongengkannya. Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus
menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura
si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata
barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya
menceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia terus pun
mendongeng.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Tak ada yang dilakukannya
di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan
berangkat ke kampus. Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya
selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat, “sudah
makan belum?” tak lupa terlontar saat baru saja memasuki rumah. Tak
peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu
sudah menjadi orang dewasa yang bisa membeli makan siangnya sendiri
di kampus.

Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu
mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan
hidup bersama pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang
lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi
samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar
buah hatinya ke kursi pelaminan. ia menangis melihat anaknya
tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar
buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu
tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang
dalam harapnya ia berlirih, “Masihkah kau anakku?”

Saat
senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara
tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan
berakhir. Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, “bila
ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin
dimandikan sambil dipangku kalian”. Tak hanya itu, imam shalat
jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya. “Agar tak percuma
ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih sejak kecil,” ujarnya.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Duh ibu, semoga
saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak
ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti
cinta sebenarnya. Ibu lah madrasah cinta saya, sekolah yang hanya
punya satu mata pelajaran: cinta. Sekolah yang hanya ada satu guru:
pecinta. Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: yang
dicinta.

I Love You Mom….
Nunung lagi kangen Ummi niiiiihhhhh……

**************************************



Sebuah karya Bayu "Abang" Gawtama…..
Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru….. Yah memang benar Abang…. Kehidupan yang kita jalani adalah sekolah buat kita, dan gurunya adalah setiap orang yang ada didalamnya, merci Abang udah jadi guru buat Nunung….


12 Ramadhan 1427 H

October 5th, 2006 by nungcentil

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Uuuuuuwaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh……
panas…, hari ini jama’ah di lantai dasar musholla satca…
kriiiieeett…kriiieeett….kriiiiieeett… ahhhh… kipas anginnya
udah tua…. ga bertenaga, coba minum kuku bima ginseng pasti
langsung sreeeeeennnnnnggggg,,, hehehe… tapi kan hari ini puasa…. :) ayo ayo semangat…

Jadwal pengisi kultum
hari ini harusnya Bapak Syarif Budhiman, tapi diganti oleh Bapak
Rahmat Arief. Mo tau rangkuman kultumnya, nih udah nunung udah
menulis kembali sesuai dengan apa yang nung dengar, yaaahhhh kalo
salah berarti itu murni dari nunung biasalah human error, kalo benar
itu milik Allah semata…

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Kebutuhan kita sebagai
manusia itu di bagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Kebutuhan Jasad

    misalnya: kala badan ini
    laper, maka harus makan… kalo haus ya  harus minum… atau pada
    saat merasa badan ini kaku, bergeraknya lamban maka kita harus
    berolah raga paling nggak kita jogging… ayo.. yang merasa badannya
    endut, jogging donk biar langsing kakakakakakaka….. {kalo yang ini
    nunung tambain sendiri :)}

  2. Kebutuhan Akal

    misalnya: kita ingin
    buat nasi goreng, tapi kita ga tau caranya, maka kita akan berusaha
    mencari resep nasi goreng yang uuuueeeeenaaaaakkkk, membaca
    panduannya cara membuat nasi goreng… nyammmmyyyyyyy….
    hehehehe… hayo lagi puasa, ga boleh mikir yang macam2… masih
    lama nih… :)

  3. Kebutuhan Ruh

    apa yah tadi… (ntar
    dulu nunung lagi mikir nih), yup udah inget… ketenangan hati,
    merasa tentram, damai…..

    <!–
    @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
    P { margin-bottom: 0.08in }
    –>

    Pada saat bulan Ramadhan
    ini kita berusaha untuk menjaga semua perbuatan kita dari yang tidak
    disukai oleh Allah…. Nah kemudian pada saat lebaran (Idul Fitri)
    tiba kita semua mukmin yang melakukan shaum di bulan Ramadhan di
    harapkan kembali kefitrahnya. Contohnya gini: di bulan2 yang lain
    kita “mungkin”
    akanmelakukan perbuatan bohong kecil2an, trus selama bulan Ramadhan
    kita diharapkan untuk tidak bohong, nah setelah bulan Ramadhan
    diharapkan untuk tetap seperti pada bulan Ramadhan…. Karena pada
    saat bulan Ramadhan kita berusaha membina diri kita untuk tidak
    melakukan perbuatan yang mengurangi pahala shaum yang kita
    lakukan….

     

    Bagaimana
    cara kita membina kebutuhan yang tadi disebutkan diatas, nih ada
    bocorannya… boleh di copy juga kok… maksudnya ga cuma dibaca aja,
    tetapi diamalkan juga…. OK!!!

    1. Kebutuhan
      Ruh

      Dibulan
      Ramadhan ini Rasulullah SAW menyikapinya dengan memperbanyak baca
      al-qur’an dan dzikir baik di pagi, siang, sore dan malam hari. Dan
      sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-qur’an….

    2. kebutuhan
      Akal

      Allah
      menambah beberapa derajat bagi orang-orang yang berilmu, cara
      mendapatkan ilmu bisa dengan membeli buku, kalo ga punya uang yaaaa
      pinjam buku trus dibaca…. (Kalo yang ini ga tau
      hadist atau
      al-qur’an deeehhhh, gini: al ilmu nuuruun…)
      nah kalo orang jawa bilang emang
      “ilmu itu nurun”(ilmu
      itu turun), dari seorang kyai ke muridnya, dari dosen ke
      mahasiswanya, bergabung dengan orang-orang yang sholeh, nah disini
      diibaratkan kalo kumpul dengan orang-orang yang sholeh maka akan
      menjadi sholeh hehehehe… maksudnya akhlaknya jadi baik trus kalo
      suka kumpul dengan orang yang melakukan maksiat yaaaa akan
      mendapatkan keburukan, misalnya ada orang yang nawarin minyak wangi
      trus kita dioles2 kan jadi wangi tuh… blum beli aja jadi wangi,
      apalagi kalo beli pasti akan wangi setiap saat (kaya’ iklan di tv
      euy), berbeda dengan orang yang lagi datang ke pandai besi, pada
      saat si pandai besi lagi mukul besi di bara api
      (gentong….tong…tong…tong….suara orang mukul) trus dideketin
      maka akan kecipratan {hehehehe… maksudnya terkena percikan bara
      api… harap maklum nih yang ngasih kultum dan yang nulis sama-sama
      orang jawa :)}semakin kita mendekat, maka badan kita akan gosong
      terkena percikan bara api… Trus cara lain lagi supaya kebutuhan
      akal kita terpenuhi, bisa dengan membentuk suatu komunitas yang
      membuat komunitas itu menjadi baik/sholeh.

    3. Kebutuhan
      Jasad

      Seperti
      yang udah dikatakan diatas, kalo laper kita harus makan, kalo haus
      kita minum, atau badan kita udah lamban maka kita harus berolah
      raga… tapi bukan berarti olah raga harus menunggu badan kita
      lamban dulu, biasanya kalo masih muda ga akan terasa, tapi kalo udah
      umur sudah senja baru akan terasa ( ini katanya orang2 yang udah
      umur loh… ayooooo… yang merasa masih muda, jangan males2 berolah
      raga ya… kaya’ nunung donk… langsing hehehehehehe….. )

      <!–
      @page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
      P { margin-bottom: 0.08in }
      –>

      Jika
      kebutuhan2 itu seimbang maka aktifitas kita tidak akan tergangu, tapi
      jika salah satu terganggu maka aktifitas tidak akan berjalan
      sebagaimana mestinya, misalnya: ada seorang ustadz yang hatinya tidak
      perlu diragukan lagi, wawasannya juga sangat luas tapi saat itu dia
      sakit… maka 2 kebutuhan yang lain itu tidak akan berguna sama
      sekali.. yang seharusnya memberikan ceramah di suatu tempat karena
      kondisi badannya tidak mendukung… maka dia ga bisa menyalurkan ilmu
      yang dia miliki…..

      Akhirnya
      kultum diakhiri, kalo ada pertanyaan atau pendapat, harap ditanyakan
      pada Bapak Dede, hehehehehehe…. abisnya Bapak Arief udah dapet
      pesan pribadi harus segera jemput anaknya, coz istrinya lagi
      sakit……

      Aaaaaaahhhhhhhh…
      ternyata masih ada beberapa orang temen yang membaca al-qur’an di
      musholla, nung harus cepet2 naik… al-qur’an nunung ada diatas…
      yup..satu dua tiga… ayo masih ada 15 anak tangga lagi menuju
      keatas… horeeeeeeee… sampe juga uuuuuuuuhhhhh alhamdulillah….
      oke.. time to reading al-qur’an… c ya….

IMAN, ILMU dan AMAL

October 4th, 2006 by nungcentil

Fakuli’malu fasayarallahu amalukum warosuluhu  wa  unzur maa  qoola  walaa tanzur  man qoola….

Mengingatkan kita untuk menjaga rangkaian puasa seperti layaknya sebuah pertandingan ( tahap seleksi , penyisihan, semifinal, dan final ) sedangkan puasa baru melewati 1/3 fase pertama, yaitu fase rahmah, kemudian akan dilanjutkan fase maghfiroh dan fase yang terakhir yaitu itkum minan naar….

Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal : 2 perkara yang membuat Allah ridhadan 2 perkara yang Allah tidak butuh dengannya, 2 hal itu adalah: Syahadat Laa ilaaha illallah dan beristighfar kepadaNya. Adapun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah emgkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul SAW) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga (HR. Al-Uqaili, Ibnu Huzaimah, Al-Baihaqi, Al-Khatib, dan Al-Asbahani).

Mengingat pentingnya niat menjaga niat (niat adalah kuncinya amal, separuhnya amal), seperti yang diingatkan pada hadist arba’in "innamal a’malu binniyat, wainnama likullim riim maa nawwah, hijrotuhu liddunya au imro’atin tankihuha fahijrotuhu ila maa hajaro ilaihi"

Mengingatkan pula pentingnya melakukan amal shalih setelah datangnya iman dalam Q.S Al. Ashr :1-3. Hampir semua ayat bercerita tentang iman yang selalu diikuti dengan komitmen untuk melakukan amal.

Rumus Iman, Ilmu dan Amal:
IMAN + ILMU - AMAL = POHON YANG TIDAK BERBUAH
IMAN + AMAL - ILMU = SIA - SIA
ILMU + AMAL - IMAN = SOMBONG
IMAN + ILMU + AMAL = SUKSES DUNIA AKHIRAT

Ada baiknya jika kita menjaga kontinyuitas amal, seperti "amal yang sedikit/kecil tetapi kontinyu, jauh lebih baik daripada amal yang banyak/besar tetapi hanya dilakukan hanya sesekali" contohnya adalah (bersedekah, membaca al-qur’an, tiap hari melakukan qiyamullail, membuang sampah pada tempatnya dll)… Amal yang baik dan berkualitas akan menyelamatkan seseorang ketika menghadapi kesulitan di dunia dan di akhirat, contohnya: kisah pemuda yang terjebak didalam gua yang tertutup pintunya, kisah pelacur yang dimasukkan kedalam surga karena memberikan air minum buat anjing yang kehausan, kisah amal yang mengangkat seseorang dari dalam neraka, kemudian dipindahkan kedalam surga karena amalnya.

Pentingnya menjaga kemurnian niat karena Allah semata (ikhlas):
Dalam sebuah hadits qudsiy Rasulullah saw, bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya (HR. Bukhari dari Abu Hurayyah).

Ibnu Qayyim Al Jauziyah menyatakan derajat hadist ini hasan, sedangkan syaikhul Islam menyatakan itu adalah shahih.

Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya saya semalam bermimpi melihat hal yang sangat menakjubkan, yaitu saya melihat seseorang dari umatku yang didatangi oleh malaikat untuk mencabut nyawanya, lalu datang amal kepadanya dalam berbakti kepada kedua orang tuanya, sehingga amal itu menjadika malaikat itu kembali lagi.

Saya melihat seseorang dari umatku yang telah dipersiapkan kepadanya siksa kubur, lalu datang wudlunya, sehingga wudlunya itu menyelamatkan dari siksa kubur tersebut.

Saya melihat seseorang dari umatku yang telah dikepung banyak setan, lalu datang kepadanya dzikirnya kepada Allah SWT, sehingga dzikirnya mengusir setan-setan itu darinya.

Saya melihat seseorang dari umatku yang sangat haus, sedangkan setiap ia mendekati telaga air, dia diusir darinya, lalu datanglah Shaum Ramadhannya, sehingga shaumnya itu memberikan minum kepadanya.

Saya melihat seseorang dari umatku yang didepannya gelap sekali, begitu juga dibelakang atas dan bawahnya sehingga dia kebingungan arah jalannya. Datanglah kepadanya haji dan umrahnya, lalu keduanya mengeluarkan dia dari kegelapan tersebut dan memasukkannya kedalam tempat yang terang sekali.

Saya melihat seseorang dari umatku yang mengajak bicara orang-orang mukmin, tetapimereka mendiamkannya. Datanglah silaturrahimnya seraya berkata, Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya dia adalah orang yang melakukan silaturrahmi, maka orang tersebut diajak berbicara oleh semua orang mukmin dan mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan mereka.

Saya melihat seseorang dari umatku yang telah dicengkram oleh malaikat Zabaniyah, amalan hamba ini tukang nahi mungkar, yang telah dilakukan didunia, lalu malaikat Zabaniyah memasukkannya kedalam lingkungan malaikat yang diberi tugas untuk menyampaikan rahmat.

Saya melihat seseorang dari umatku yang jalannya merangkak dengan kedua lututnya dan didepannya terdapat tabir yang memisahkan dia dengan Allah, lalu datng akhlaknya yang baik kepadanya dengan memegang tangannya dan membimbingnya kehadapan Allah SWT.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya
melihat seseorang yang catatan amalnya datang dari sebelah kirinya,
lalu datanglah takwanya kepada Allah dan mengambil buku catatan
amalnya tersebut dengan meletakkannya di tangan kanannya.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya
melihat seseorang dari umatku yang berdiri di tebing Jahanam, lalu
datang harapannya kepada Allah SWT, sehingga harapannya itu
menyelamatkannya dari tebing Jahanam dan dia berjalan ke surga dengan
selamat. Saya melihat seseorang yang telah terpelanting di atas
neraka, lalu datanglah air matanya ketika menangis karena takut
kepada Allah SWT, sehingga air matanya itu menyelamatkannya dari
jatuh ke neraka.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya
melihat dari umatku yang sedang diatas jembatan dengan bergetarnya
pelepah kurma ketika ada angin puyuh, lalu datang rasa husnudzhannya
kepada Allah SWT, sehingga sikapnya itu menjadikan dia tenang dan dia
pun berjalan dengan lancar.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya
melihat seorang dari umatku yang jatuh bangun diatas jembatan.
Terkadang dia merangkak dan terkadang dia menggantung. Lalu datanglah
shalatnya menegakkan kedua kakinya dan menyelamatkannya hingga dia
mampu menyeberangi jembatan sampai ke pintu surga.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Saya
juga melihat seseorang dari umatku yang ketika telah sampai di pintu
surga, semua pintu ditutup baginya. Lalu, datanglah syahadatnya,
sehingga dibukalah pintu surga dan dia pun bisa masuk kedalamnya.



Itulah gambaran tentang berbagai amalan shalih dengan rahmat Allah Azza wa Jalla bisa menjadi penyelamat bagi umat Nabi Muhammad yang benar-benar melaksanakan ajaran Allah dan RasulNya dengan hati yang ikhlas. Allahumma inni as aluka husnul wa a’uudzubika minsuu’ul khatimah. Semoga Allah memasukkan kita pada golongan yang khusnul khatimah amin….

"11 Ramadhan 1427H, ba’da dhuhur in mushollah satca"
merci ustadz Muhammad "Oleh" Soleh…. (hehehehe… Sorry Mas Soleh….)

!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Ada apa dengan CINTA???

October 4th, 2006 by nungcentil

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Di suatu petang….

“Cinta itu apa sih?”,
Dia bertanya padaku disela-sela obrolan kami.

“Cinta itu tidak ada
nafsu, selalu memberi, menerima apa adanya, tidak pernah menuntut,
yang ada hanyalah keikhlasan” jawabku setelah terdiam beberapa
saat.

Dia berkata kalau
jawabanku terlalu bertele-tele, tidak sederhana.

 

So… Cinta itu apa
yaaaaaaaa?????????? jadi bingung…. hehehehehehehe…..


***************************************

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Pernah Dia bertanya padaku
pernahkah jatuh cinta, saat ditanya seperti itu aku spontan langsung
menggelengkan kepalaku, “kalau hanya sebatas simpati atau kagum,
pernah.”

 

“Insyaallah hati ini
hanya untuk suamiku kelak” tambahku kemudian.

 

Dia mengatakan memang
sudah seharusnya begitu, seorang wanita tidak hanya menjaga
kehormatannya sebagai seorang muslimah, tapi harus menjaga
kehormatannya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Sambil
tersenyum, Dia berkata, “tetaplah begitu, karena menjaga hati itu
jauh lebih sulit.

*****************************************

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

“Pecinta dan Yang Di
Cinta itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan” ujarnya disuatu
malam. Dia menjelaskan kalau Yang Di Cinta pada kondisi apapun akan
selalu memberikan cintanya pada sang Pecinta, tidak akan pernah
berubah.

“Iya ya, Yang Di Cinta
itu tidak berubah, meski kita ke ujung dunia sekalipun. Sang
Pecintalah yang berubah.”

“Allah gemes kali ya,
melihat kita selalu menuntut macam-macam sesuai dengan kehendak kita”
lanjutku kemudian.

“Yang ada, kamu yang
gemes sama Allah, kenapa Allah tidak mengabulkan permohonanmu”
ujarnya menanggapi komentarku.

Aku tergelak ketawa,
dalam hati aku membenarkan apa yang dia katakan, sering aku bertanya
kenapa yah Allah tidak mengabulkan permohonanku.

Setelah terdiam beberapa
saat Dia mengatakan lebih baik jika kita menjadi kekasih Allah, jika
kita telah menjadi kekasihNya, apapun yang kita minta pastilah akan
dikabulkan hanya menunggu waktu kapan kita memintanya.


************************************************


<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Enak memang jika menjadi
kekasih Allah semua kebutuhan kita tercukupi, tidak kurang suatu
apapun, di dunia dan di akhirat.

 

“ah….cinta, memang
sesuatu yang indah karunia Allah pada setiap insan, ketika cinta itu
hadir akankah kita mengapresiasikannya dengan cara yang haram???.”

 

Teringat suatu kejadian
dimana Rasulullah menangis, kemudian salah seorang sahabat
bertanya,”kenapa Engkau menangis Ya Rasulullah?” Beliau berkata,
“Aku rindu pada umatku.”

“Bukankah kami umatmu?”
tanya sahabat kembali.

“Aku merindukan mereka
yang beriman setelah aku tiada. Mereka tidak pernah berjumpa
denganku, tidak seperti halnya kalian, tapi mereka yakin akan
kebenaran yang telah kusampaikan”

“Kami juga mencintaimu
Ya Rasulullah” kata sahabat.

“Aku juga mencintai
kalian, tapi aku lebih mencintai umatku yang akan datang.”

“Engkau merindukan
mereka Ya Rasul???” Beliau menjawab, “Iya, aku sangat merindukan
perjumpaan dengan mereka”

 

Wahai Sang Kekasih
Hati… terima kasih akan cintamu….

Ya Rasulullah, aku
mencintaimu…

Aku rindu kepadaMu…

Salam untukMu wahai
kekasih hati….

 

Ya Nabi Salam ‘Alaika…

Ya Rasul Salam ‘Alaika…

Ya Habib Salam ‘Alaika…

Sholawatullah ‘Alaika….

 

Ya Habibi… Ya
Muhammad…

*******************************************

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Untuk “Dia” yang
tidak pernah lelah memberikan dukungan, arahan untuk menjadi lebih
baik… Thank you Abah, Merci… Je t’aime Abah… (untuk menggapai
cinta yang abadi itu ternyata harus sabar dan ikhlas. Ingin rasanya
menggapai cinta yang sejati, kapan yah… impian “pengantin
bidadari akan terwujud???”
.
Walau t
erkadang hati ini masih sulit menerima apa yang
diberikan Allah, dan seperti yang Engkau katakan bahwa seluruh do’a
kita pasti dikabulkan hanya saja bukan menurut pemahaman kita, dan
seharusnya aku yakin dan percaya bahwa apapun yang diberikan Allah
itu pasti yang terbaik untukku, Maafkan hamba-Mu ini ya Allah… yang
terkadang ragu kepada-Mu)

Allahumma Ya Muqallibal
quluub…. tetapkanlah hatiku atas agama-MU…

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

A true
love doesn’t have a happy end, because a true love never end.

 

 


 

 

Akankah sia-sia????

October 4th, 2006 by nungcentil

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Marhaban Ya
Ramadhan

Selamat
Datang CINTA

Selamat
datang Kekasih kami yang selalu mengunjungi kami setiap tahun

 

Tiada
Tuhan selain Allah, Dia adalah sebaik-baik penolong, tiada daya dan
kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung

 

Ramadhan
telah datang, apa saja sih yang harus berpuasa dan bagaimana supaya
tidak menjadi sia-sia??? Nih ada sedikit bocoran, supaya puasa yang
dikerjakan di terima oleh Allah SWT amin….. Ini adalah tausyiah
untuk nunung sendiri dan semua orang yang membaca blog ini… semoga
bermanfaat….

  • Bagaimana
    HATI berpuasa????

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }

Rasulullah
SAW bersabda,

sesungguhnya
dalam tubuh manusia terdapat sejumlah daging. Bila dia baik maka baik
pula seluruh tubuhnya, dan bila dia rusak maka rusak pula seluruh
tubuhnya, dia adalah hati”

 

Hati
orang mukmin berpuasa dari sifat sombong, ujub, dengki, tidak boleh
bermusuhan, tidak boleh marah, menjaga hati dari penyakit was-was,
keyakinan sesat dan sifat-sifat tercela.

Obati
dengan intropeksi diri, melihat aib sendiri, mengingat dosa dan
kesalahan diri sendiri.

  • Bagaimana
    LISAN berpuasa????

Lisan
sangat berbahaya dan membawa banyak bahaya. Ia bagaikan binatang buas
yang liar, ular berbisa, dan api yang bergejolak.

Allah
berfirman,

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }

Tiada
suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat
pengawas yang selalu hadir”
[Qaf:18].

Lisan
berpuasa dari dusta, menggunjing, mengadu domba, mengumpat, ucapan
kotor, kesaksian palsu, menghina, mengejek, ucapan keji, ucapan
laknat, dll.

Wahai
mukmin yang berpuasa, basahi lisan dengan dzikir, ucapkan kata-kata
yang baik, yang bermanfaat, diam dari keburukan, tidak melukai
perasaan, hati, harga diri orang lain dan kemuliaannya.

Ya
Allah, kami memohon kepadaMu hati yang bersih, akhlak yang lurus, dan
lisan yang selalu mengucapkan kebenaran.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

  • Bagaimana
    TELINGA berpuasa????

Telinga akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan
Allah atas semua yang didengarnya.

Allah berfirman,

Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati itu akan diminta pertanggung
jawabnya”
[Al-Isra’:36].

 

Telinga
harus berpuasa dari mendengar perkataan kotor, dan segala hal yang
hina. Telinga digunakan untuk mendengar lantunan ayat Al-qur’an,
lantunan dzikir, ilmu yang bermanfaat, nasihat yang baik, tata krama
dan etika, pelajaran ilmu pengetahuan dan berbagai perkataan yang
baik.

Semoga
Allah menjadikan kita orang yang mau mendengarkan ucapan yang baik
dan mengikuti ucapan yang paling baik.

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

  • Bagaimana
    PERUT berpuasa????

Makanan
yang halal atau haram memiliki dampak bagi kehidupan, perilaku, dan
akhlak seseorang.

Allah
berfirman,

Hai
rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah
amal yang saleh”

[Al-Mukminun:51].


Makanan yang baik adalah yang yang dihalalkan Allah bagi
hamba-Nya yang beriman. Selain dengan menjauhi makanan dan minuman,
perut berpuasa dengan menjauhi segala sesuatu yang diharamkan, serta
semua yang membatalkan puasa.

Jika
seseorang mengisi perutnya dengan makanan haram, ketika berdo’a, ia
akan mendapati do’anya sia-sia dan tidak berguna.

Rasulullah
saw menjelaskan seorang pria berambut kusut  berdebu menengadahkan
tangannya ke langit dan berdo’a, “ya Allah, Ya Tuhanku.” Padahal
makanan dan minumannya haram, selalu menyantap yang haram. Bagaimana
mungkin do’anya akan dikabulkan.(HR.Muslim)

Ya
Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang menghalalkan yang halal
dan mengharamkan yang haram.

*********************************

<!–
@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in Banyak
orang yang berpuasa tidur sepanjang hari dengan tujuan supaya tidak
merasa sedang berpuasa. Bahkan ada yang bangun hanya untuk melakukan
shalat saja, kemudian tidur lagi. Di siang hari bermalas-malasan,
malam harinya untuk bergadang. Padahal hikmah puasa agar orang
menikmati rasa lapar dan dahaga karena mendambakan ridha Allah. Ada
pula yang melakukan perbuatan makruh, seperti main kartu, dll yang
mereka anggap sebagai hiburan, yang sebenarnya hanyalah membuat waktu
berlalu dengan sia-sia tanpa bermanfaat sama sekali. Seringkali juga
orang membebani dirinya dengan membuat makanan dan minuman, sehingga
mereka tidak sempat membaca Al-qur’an, hadits, berdzikir, dan ibadah
lainnya.

 

Hal
yang paling mulia bagi seorang muslim di bulan Ramadhan adalah tobat,
kembali kepada Tuhan, intropeksi diri, serta membuka kembali lembaran
sejarah hidupnya. Pintu tobat selalu terbuka, anugerah Allah selalu
tersedia, dan karunia-Nya takkan pernah sirna menyirami muslim yang
bertobat dan memohon ampunan.

 

Rasulullah bersabda:

Banyak
diantara kalian yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa
kecuali lapar dan dahaga”

 

Ya Allah, terimalah ibadahku, sesungguhnya Engkau Maha
mendengar lagi Maha mengetahui. Ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya
Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.